Sebuah puisi tentang muhasabah diri menyambut datangnya bulan agung, Ramadhan.
Tidak malukah kita setiap tahun berharap bertemu Ramadhan???
Tak malukah kau kepada Tuhan
yang berulang kali memberi kesempatan bertemu Ramadhan
tapi sebanyak itu pula tak sungguh-sungguh kaumanfaatkan?
Tak malukah kau kepada Malaikat Pencatat
yang selalu mendapati hatimu kembali berkarat
saat Ramadhan di pucuk penghabisan?
Tak malukah kau kepada Lailatul Qadar
yang nilainya setara seribu bulan
tapi tak mampu tutupi dosa-dosa yang kauamalkan?
Tak malukah kau pada ejekan ‘Idul Fitri
atas pesta kemenanganmu yang mewah
padahal sesungguhnya kaukalah?
Tak malukah kau berharap bertemu Ramadhan tahun depan
sedangkan yang sudah lalu selalu kausia-siakan?
Tak malukah kau masih berharap Ramadhan?
Tak malukah kau masih bertemu Ramadhan?
Tak malukah kau setiap tahun bertemu Ramadhan
tapi tak sedikitpun menebalkan keimanan?

03.27
Alan Setiawan