Aku masih mengingatnya, dalam lelap dalam gelap..
mengingatnya sekaligus berusaha melupakannya..
Kini dia sendu..
diam.. sombong.. angkuh..
Ingin menyapa.. tapi nyaliku tak ada, dan ego ku ikut bicara.
Aku mencintainya sekaligus membencinya.
dia terang tapi tak menerangiku..
dia tertawa.. mentertawakan ketidakmampuanku..
dia disampingku.. tak berkata-kata bahkan membisikan di telinga..
dia di depanku.. tak lagi mengenalku.. atau karena kita (telah) begitu jauh..
dulu dia bersamaku.. menyapa.. tersenyum… duduk dan manja…
tapi tidak untuk pagi ini.. dia mati untukku.. dia pergi…
Ingin kembali (bersama)..
tapi dia membenciku atau karena aku tak berkata apa-apa
Dia bintang biru.. bukan bintang jatuhku..
karena dia memilih tetap tinggal disana..
memilih tidak terjatuh dalam pelukanku..
lebih baik aku menyerah.. mencari bintang yang lebih terang..
mengingatnya sekaligus berusaha melupakannya..
Kini dia sendu..
diam.. sombong.. angkuh..
Ingin menyapa.. tapi nyaliku tak ada, dan ego ku ikut bicara.
Aku mencintainya sekaligus membencinya.
dia terang tapi tak menerangiku..
dia tertawa.. mentertawakan ketidakmampuanku..
dia disampingku.. tak berkata-kata bahkan membisikan di telinga..
dia di depanku.. tak lagi mengenalku.. atau karena kita (telah) begitu jauh..
dulu dia bersamaku.. menyapa.. tersenyum… duduk dan manja…
tapi tidak untuk pagi ini.. dia mati untukku.. dia pergi…
Ingin kembali (bersama)..
tapi dia membenciku atau karena aku tak berkata apa-apa
Dia bintang biru.. bukan bintang jatuhku..
karena dia memilih tetap tinggal disana..
memilih tidak terjatuh dalam pelukanku..
lebih baik aku menyerah.. mencari bintang yang lebih terang..
@kaskus

05.03
Alan Setiawan





